Iklan di sini! Hubungi: Atjeh.id

SCROLL UNTUK MEMBACA BERITA
25.2 C
Banda Aceh
Sabtu, 28 November 2020
Moslem Report Cara Nabi Bahagia & Jauh dari Rasa Takut dengan Tahajud

Cara Nabi Bahagia & Jauh dari Rasa Takut dengan Tahajud

Merekam Atjeh

- Advertisement -

W3Schools

Nabi Muhammad s.a.w. telah memberikan kita banyak teladan. Termasuk bagaimana meraih kebahagiaan dalam kehidupan di dunia fana ini. Ada banyak cara yang dicontohkan Nabi agar kehidupan kita bahagia, seperti kebahagiaan Nabi sering-sering tidur dipangkuan Aisyah, bermanja-manja dengan isteri beliau hingga bahkan saat Nabi wafat.

Selain bermanja-manja dengan isteri beliau, Nabi juga punya cara merefleksikan kebahagiaan lainnya dengan cara bertahajud. Dalam beberapa riwayat disebutkan pada sepertiga malam yang sunyi dan dingin, Nabi beribadah dan bermunajat kepada-Nya dengan takbir, ruku’, dan sujud hingga air mata membasahi pipi dan kedua kakinya bengkak.

Disebutkan bahwa itu adalah cara Nabi Muhammad s.a.w. bahagia dengan bersyukur kepada-Nya.

Ada begitu banyak hadis yang membahas keutamaan shalat Tahajud dan akan kita kupas tiga hadis shahih saja sebagai penyemangat kita menghadapi pandemi Covid-19.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلٌ فَارْقُدْ! فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ.

“Syaitan mengikat di pangkal kepala seseorang darimu saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu sangat panjang, maka tidurlah!’ Bila ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas, bila ia berwudhu’ satu ikatan lagi lepas dan bila ia shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi hari ia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan ia menjadi malas.”

Hadis di atas merupakan riwayat Al-Bukhari, kitab at-Tahajjud, bab ‘Aqdisy Syaithaani ‘alaa Qaafiyatir Ra’-si idzza lam Yushshalli bil Lail, (hadits no. 1142) dan Muslim, kitab Shalaatil Musaafiriin, bab Maa Warada fii man Naamal Laila Ajma’a hatta Ashbaha, (hadits no. 776).

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu ia menuturkan pula, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ إِنَّ اللهَ يَضْحَكُ إِلَى رَجُلَيْنِ: رَجُلٌ قَـامَ فِيْ لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ مِنْ فِرَاشِهِ وَلِحَافِهِ وَدِثَارِهِ، فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ، فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَلاَئِكَتِهِ: مَا حَمَلَ عَـبْدِيْ هَذَا عَلَى مَا صَنَعَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: رَبُّنَا رَجَاءً مَا عِنْدَكَ وَشَفَقَةً مِمَّا عِنْدَكَ، فَيَقُوْلُ: فَإِنِّي قَدْ أَعْطَيْتُهُ مَا رَجَا وَأَمَّنْتُهُ مِمَّا يُخَافُ.

“Ketahuilah, sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu’ dan melakukan shalat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu pula.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.’”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad, (I/416), Ibnu Hibban (VI/297, sebagaimana yang terdapat dalam al-Ihsaan), al-Hakim, (II/112), Ibnu ‘Ashim dalam as-Sunnah, (I/249). Al-Hakim berkata: “Sanad hadits ini shahih.” Penilaian al-Hakim disetujui oleh adz-Dzahabi. Sedangkan al-Haitsami dan al-Albani menilainya hasan.

Dalam Fat-hul Baarii (III/9) malah dijelaskan bahwa shalat Tahajud dapat menjauhkan seseorang dari azab.

Wallahu a’lam bish-shawabi (*/)

Lihat :

Do’a Nabi Ayyub Ketika Didera Penyakit 18 Tahun Lamanya

Banyak diantara kita pasti tau kisah Ayyub 'alaihissalam, seorang nabi yang nasabnya sampai kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Kisah Kesabarannya disebut Allah dalam surat Al-Anbiya...

Cerita Kopi

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita atjehid Lainnya

Merekam Atjeh

Cerita Kopi

Keturunan Atjeh

Sastra Recommended Mataram University

Abstract Adapun yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah (1) nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam novel Jiwa yang Termaafkan karya Teungkumalemi, dan (2) relevansinya dengan...

Order Novel Jiwa yang Termaafkan

Abstract dari Penelitian Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kepribadian tokoh Diwa dan Bunga yang dipengaruhi oleh dinamika kepribadian dalam...
- Advertisement -