Iklan di sini! Hubungi: Atjeh.id

SCROLL UNTUK MEMBACA BERITA
27.5 C
Banda Aceh
Selasa, 22 September 2020
Orang Aceh Abu Tumin tentang Watak Orang Aceh

Abu Tumin tentang Watak Orang Aceh

“Tiga watak masyarakat Aceh, yaitu: (1) Geumaseh dalam artian hana meuthen memberi sesuatu kepada orang lain; (2) Setia dan; (3) Berani.”

–Abu Tumin
- Advertisement -

W3Schools

Abu Tumin yang memiliki nama lengkap Tgk. H. Muhammad Amin pertama kali belajar agama dari orangtuanya di Blang Bladeh.

Seperti anak-anak lainnya, beliau juga belajar mengaji dari satu teungku kepada teungku lainnya di Aceh hingga kemudian hijrah ke Labuhan Haji untuk belajar pada Abuya Syeikh Muda Wali Al-Khalidiy.

Murid-murid Abuya Syeikh Muda Wali Al-Khalidiy sendiri kemudian banyak dikenal sebagai ulama kharismatik di Aceh, seperti: almarhum Abu Tanoh Mirah, almarhum Abu Aziz (Abon Samalanga), Syeikh Abu Lam Ateuk (Abu Mamplam Golek) dan almarhum Abu Ibrahim Woyla.

Memimpin Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam

Sepulang dari Labuhan Haji, Abu Tumin kemudian meneruskan kepemimpinan Dayah yang ditinggalkan oleh orangtuanya, Tu Muda. Dayah yang kini memiliki nama lengkap Al-Madinatuddiniyah Babussalam, Blang Bladeh, Bireuen, Aceh.

Meski berstatus Dayah Salafiah, tapi, ijazah tingkat akhir yang dikeluarkan Al-Madinatuddiniyah Babussalam telah disetarakan setingkat dengan Aliyah (SMA) berdasarkan surat keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.

“Kami mendorong para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap beliau kepada Teungkumalemi, founder Atjeh.ID.

“Tapi dengan tetap tidak melupakan ilmu iman yang diperolehnya di masa didik, karena itu adalah seindah-indahnya ilmu. Landasan terbentuknya ideologi dan menjadi bekal untuk terjun ke masyarakat.”

Al-Madinatuddiniyah Babussalam yang beralamat di Blang Bladeh, Kecataman Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh adalah dayah salafiah pertama di Aceh yang mendorong para santrinya untuk juga menuntut ilmu di sekolah formal.

“Kala itu beberapa dayah salafiah lainnya masih terkesan tertutup dan agak sukar memberikan izin kepada santri untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah formal.” 

Identitas Aceh

Abu Tumin termasuk salah satu ulama yang tidak ingin identitas Aceh hilang. Terlebih indatu Aceh dahulu telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyatukan kerajaan-kerajaan kecil ke dalam Kerajaan Aceh Darussalam.

Apalagi pada masa Turki Usmany, Aceh Darussalam pernah mencatatkan namanya dalam daftar lima besar kerajaan-kerajaan Islam di dunia.

Abu Tumin pun tau benar tentang identitas Aceh ini dan berusaha untuk terus menghidupkannya.

Dalam pandangannya, Abu Tumin menilai, ulama masih cukup mendapat tempat di hati masyarakat Aceh.

Tapi, karena belum adanya seorang panglima yang dapat menyatukan seluruh komponen masyarakat Aceh. Begitupun dengan panglima yang dapat memupuk kembali kesadaran umara atau negarawan dan ulama sebagaimana dipraktikkan pada masa Sultan Iskandar Muda dahulu, masyarakat Aceh kini seperti orang yang tidak tau cara menjaga malakat dan tuah yang dimilikinya.

Malakat kana lam jaroe, tuah kana bak droetapi lagei-lagei hana ta teu’oh peutimang,” tutur Abu Tumin dalam bahasa Aceh.  

Watak Aceh

Bagaimana cara menjaga malakat dan tuah yang telah dimiliki adalah jalan menuju Aceh yang lebih baik. Apalagi watak masyarakat Aceh dari dahulu sampai sekarang adalah sama.

“Watak masyarakat Aceh sebenarnya dari dahulu tidak pernah berubah. Yang berubah adalah perangainya disebabkan pengaruh budaya global,” tutur Abu Tumin.

Beliau pun kemudian merincikan tiga watak masyarakat Aceh, yaitu: (1) Geumaseh dalam artian hana meuthen memberi sesuatu kepada orang lain; (2) Setia dan; (3) Berani.

Sebagai ulama salafi kharismatik Aceh yang terlahir sejak masa penjajahan, Abu Tumin menilai, ketiga watak itu sebenarnya menjadi landasan bagi kemajuan Aceh.

“Tapi Aceh yang tidak dipecah-pecah ke dalam bagian-bagian kecil, hingga identitasnya hilang,” lanjut beliau.

Abu Tumin termasuk salah satu ulama yang tidak ingin identitas Aceh hilang. Terlebih indatu Aceh dahulu telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyatukan kerajaan-kerajaan kecil ke dalam Kerajaan Aceh Darussalam.

Apalagi pada masa Turki Usmany, Aceh Darussalam pernah mencatatkan namanya dalam daftar lima besar kerajaan-kerajaan Islam di dunia. (*)

Konsep Bahagia Tiger Ye Hingga Sembuh dari Corona

Setiap orang punya cara untuk bahagia. Seperti halnya Tiger Ye yang pernah dinyatakan posiif Covid-19 dari Wuhan. Ia kemudian dinyatakan sembuh setelah...

Baca Juga:

Konsep Bahagia Tiger Ye Hingga Sembuh dari Corona

Setiap orang punya cara untuk bahagia. Seperti halnya Tiger Ye yang pernah dinyatakan posiif Covid-19 dari Wuhan. Ia kemudian dinyatakan sembuh setelah...

Berita Terkait

Fahcrul Razi Magrib Bareng JK

Kedekatan Aceh dengan orang-orang Minang secara sosiologis dan ideologis mungkin tak perlu diragukan. Sejarahnya membentang di pantai Barat dan Selatan Aceh. Bahkan ayah dari...

Nova Iriansyah Anak Bupati

Ayahnya, HM Nurdin Sufie, adalah politisi kawakan yang menjadi Bupati Aceh Tengah pada tahun1970 hingga 1974. Ia adalah putra Gayo, tapi tak...

Teuku Wisnu Hijrah

Teuku Wisnu pernah mengalami masa-masa sulit. Cerita ini berawal saat ia belum menjadi artis. Saat itu ia terlibat kecelakaan mobil dan membuatnya...

Sultan Difitnah Meminta Dua Wanita Eropa

Kisah ini berawal dari kedatangan Thomas Best, seorang utusan resmi Raja Inggirs, James I ke Aceh. Ia membawa surat khusus dari Raja James I...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita atjehid Lainnya

Konsep Bahagia Tiger Ye Hingga Sembuh dari Corona

Setiap orang punya cara untuk bahagia. Seperti halnya Tiger Ye yang pernah dinyatakan posiif Covid-19 dari Wuhan. Ia kemudian dinyatakan sembuh setelah...

Penting untuk Tetap Bahagia Menurut Penelitian Harvard

Stres tentu saja lawan dari sikap bahagia. Sebuah penelitian yang dipusblikasikan Harvard Health Publishing (Harvard Medical School) dengan judul Understanding the stress...

Langkah Agar Covid-19 Tidak Memberi Efek Negatif Bagi Kesehatan Mental

Dr Amir Khan, seorang dokter di National Health Service (NHS), program layanan kesehatan masyarakat di Britania Raya dan dosen senior universitas di...

Do’a Nabi Ayyub Ketika Didera Penyakit 18 Tahun Lamanya

Banyak diantara kita pasti tau kisah Ayyub 'alaihissalam, seorang nabi yang nasabnya sampai kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Kisah...
- Advertisement -